Beranda / Akhir Zaman / Dajjal akan Mengaku Sebagai Rabb

Dajjal akan Mengaku Sebagai Rabb

dajjalBUMISYAM | Mengingat bahwa Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam menyebut Ad-Dajjal sebagai fitnah paling dahsyat, maka sudah semestinya kita bertanya seperti apakah bentuk-bentuk fitnah yang akan dibawa oleh Ad-Dajjal? Hal ini menjadi sangat penting agar kita selaku orang beriman dapat mengantisipasi dan mempersiapkan diri menghadapi berbagai fitnah itu.

Berdasarkan berbagai hadits Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, kita dapat memahami bahwa di antara fitnah yang menyertai keluarnya Ad-Dajjal ialah:

Ad-Dajjal Akan Mengaku Sebagai Rabb

ويقول أنا ربكم فمن قال ربي الله فلا فتنة عليه ومن قال أنت ربي فقد افتتن

Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: “… dan ia (Dajjal) berkata: “Aku adalah Rabb kalian”. Barangsiapa berkata: “Rabbku Allah,” maka ia tidak akan terfitnah olehnya (Ad-Dajjal), sedang siapa yang berkata: “Engkau (Dajjal) Rabbku,” sungguh ia telah terkena fitnahnya (Ad-Dajjal). (HR Thabrani dalam Mu’jam Al-Kabir dan Al-Ausath – Shahih)

Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa sallammenjelaskan bahwa ketika Ad-Dajjal keluar ia akan mendeklarasikan bahwa dirinya adalah Rabb ummat manusia. Padahal, kata Nabi Muhammadshallallahu’alaihi wa sallam, manusia tidak mungkin melihat Rabb mereka selagi masih hidup di dunia. Manusia hanya akan diizinkan melihat Allah di hari Berbangkit sesudah mereka meninggalkan dunia fana ini. Jangankan manusia biasa pada umumnya. Sedangkan seorang Nabiyullah Musa ‘alaihis salam saja tidak sanggup melihat Allah ketika masih hidup di dunia.

وَلَمَّا جَاءَ مُوسَى لِمِيقَاتِنَا وَكَلَّمَهُ رَبُّهُ قَالَ رَبِّ أَرِنِي أَنْظُرْ إِلَيْكَ قَالَ لَنْ تَرَانِي وَلَكِنِ انْظُرْ إِلَى الْجَبَلِ فَإِنِ اسْتَقَرَّ مَكَانَهُ فَسَوْفَ تَرَانِي فَلَمَّا تَجَلَّى رَبُّهُ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُ دَكًّا وَخَرَّ مُوسَى صَعِقًا فَلَمَّا أَفَاقَ قَالَ سُبْحَانَكَ تُبْتُ إِلَيْكَ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُؤْمِنِينَ

“Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Rabbnya telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa: “Ya Rabbku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau”. Allah berfirman: “Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku”. Tatkala Rabbnya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: “Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman”. (QS. Al-A’raaf: 143)

Mengapa manusia nanti bisa sampai percaya bahwa Ad-Dajjal merupakan Rabb? Karena Ad-Dajjal diizinkan Allah melakukan banyak keluar-biasaan yang menakjubkan. Di antaranya Ad-Dajjal bakal membawa surga dan nerakanya sendiri. Ad-Dajjal bakal berkolaborasi dengan syetan dari kalangan jin. Dan Ad-Dajjal bakal melakukan atraksi dimana Allah izinkan Ad-Dajjal sanggup menghidupkan kembali orang yang sudah dia bunuh.

Barangkali ada yang bertanya: “Mungkinkah ada orang yang sedemikian bodohnya sehingga mau meyakini sesama manusia sebagai Rabb?” Jawabnya: Mengapa tidak mungkin? Di zaman kita saat ini, ketika fitnah paling dahsyat Ad-Dajjal saja belum keluar, sudah ada manusia yang diperlakukan layaknya Rabb. Siapakah dia? Dialah pemimpin rakyat syiah-nushairiyyah Suriah, yaitu presiden Basyar Asad. Ramai beredar gambar di internet yang memperlihatkan bagaimana dengan khusyuknya rakyat Suriah yang beragama syiah-nushairiyyah ramai-ramai bersujud kepada poster raksasa Bashar Assad. Mereka memperlakukan presiden Suriah layaknya Rabb.

Padahal ini baru menghadapi fitnah seorang thaghut Basyar Asad, manusia sudah sedemikian rupa meyakininya sebagai Rabb. Bagaimana lagi jika yang dihadapi adalah puncak fitnah sekaligus thaghut yang paling canggih tipu-dayanya, yaitu Al-Masih Ad-Dajjal. Bersambung.

[KBS-02/bolehjadikiamatsudahdekat.com]

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *