Beranda / Pojok Relawan / Mempertanyakan Profesionalisme BBC Soal Al-Quds

Mempertanyakan Profesionalisme BBC Soal Al-Quds

oleh: Zen Ibrahim

BUMISYAM – Oktober 2015 lalu, Mark Urban jurnalis senior BBC menyebut Al-Quds sebagai ibukota Israel dalam program “Newsnight”. Meski BBC mengklarifikasi dan menghapus tautan video, masyarakat dunia tetap mempertanyakan profesionalisme BBC pada isu itu.

Surat menyurat yang dilakukan antara Palestine Solidarity Campaign (PSC) dengan Pengarah Strategi Editorial BBC, Leanne Buckle pada Mei 2013 telah mengungkap kebijakan redaksi BBC. Media yang berumur hampir satu abad itu mengkonfirmasi menyukai penyebutan Al-Quds sebagai bagian dari kota milik Israel.

Buckle mengatakan pada PSC, “Penyebutan Al-Quds sebagai salah satu kota Israel tidak akan memberikan pendengar kesan menyesatkan status kota itu di bawah hukum internasional.”

PSC kemudian mengadukan Buckle pada BBC Trust, badan independen BBC yang berperan menetapkan arah strategis keseluruhan perusahaan dan menjalankan pengawasan Dewan Eksekutif. Hasilnya, BBC Trust malahan membenarkan sikap karyawannya.

“Penasehat (Buckle) mengakui bahwa kedaulatan Israel atas seluruh Al-Quds tidak diakui di bawah hukum internasional. Ia hanya menganggap Israel memiliki kontrol de facto atas seluruh kota dalam politik, administratif dan militer,” bela BBC Trust pada PSC Juni 2013.

Kegagalan dalam membuat perbedaan antara Tel Aviv dan Al-Quds atau antara Israel dengan Al-Quds merupakan permainan propaganda Zionis yang bertujuan menganeksasi Al-Aqsa sebagai ibukota Israel. Stasiun televisi dan radio dengan jumlah karyawan lebih dari 20 ribu orang itu telah gagal membedakan fakta yang sangat sederhana dan jelas.

Hal tersebut dapat dilihat di situs web halaman Profil Israel pada bagian Profil Negara (http://www.bbc.co.uk/news/world-middle-east-14628840), BBC menulis: “Pusat pemerintahan: Al-Quds, meski sebagian besar kedutaan asing berada di Tel Aviv.”

Pernah PSC dan Friend of Al Aqsa (FoA) meminta BBC untuk menjelaskan kebijakan ngawurnya itu melalui Komisi Informasi Publik Inggris dan juga kepada BBC langsung. Permintaan yang mengacu pada Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik ini dilayangkan akhir 2013 yang ujung-ujungnya ditolak oleh pihak BBC.

BBC sendiri tampak bingung atas tindakannya yang mendua. Padahal sebuah panduan bagi editor dan jurnalis tentang terminologi berkaitan dengan Palestina dan Israel secara jelas ditetapkan oleh BBC.

Dalam panduan tersebut, BBC menulis: “BBC tidak menyebut Al-Quds sebagai ibukota Israel, meski demikian wartawan BBC dapat melaporkan klaim Israel. Jika Anda membutuhkan sebuah frase, Anda dapat menyebutnya ‘pusat pemerintahan’ Israel. Anda juga dapat melaporkan bahwa semua kedutaan asing di Tel Aviv. Kebijakan ini didukung oleh temuan dari BBC Trust atas keluhan pendengar yang diterbitkan Februari 2013.”

Perusahaan itu juga menetapkan sebuah panduan editorial yang sebagian isinya menyatakan, “Akurasi: BBC berkomitmen untuk mencapai akurasi. Komitmen ini merupakan dasar reputasi kami dan kepercayaan dari khalayak. Disitulah pondasi BBC.”

Selain itu BBC juga menetapkan ketidakberpihakan adalah jantung dan inti komitmen BBC untuk khalayak. Independensi ini, tentu saja termasuk ketidakberpihakannya pada Israel, diberlakukan pada semua layanan BBC seperti televisi, radio, online, dan media cetak.

Persoalannya adalah, BBC tetap saja ‘salah’ menyebut Al-Quds sebagai wilayah kedaulatan Israel bahkan ibukota Israel demi keuntungan Israel!

Sebagai contoh, berita yang ditayangkan secara berani 22 Oktober 2015 dengan judul “Is Palestinian-Israeli violence being driven by social media?” BBC menulis, “Palestina mengginginkan Al-Quds Timur sebagai ibukota negaranya di masa depan, tetapi Israel mengatakan kota itu tidak akan pernah lagi dipisahkan.”

Dengan kalimat itu BBC menyiratkan seluruh Al-Quds di bawah otoritas Israel.

Lagi, saat mengklarifikasi laporan Mark Urban, BBC dengan santai menyebut Urban yang saat itu berada di Al-Quds Timur dengan “melaporkan dari Israel.”

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *