Beranda / Berita Internasional / Lembaga HAM: Serangan Rusia Tak Bedakan Target Militer dan Sipil

Lembaga HAM: Serangan Rusia Tak Bedakan Target Militer dan Sipil

BUMISYAM, (25/1) – Korban tewas akibat gelombang serangan baru oleh pesawat tempur Rusia dan Suriah meningkat menjadi 164 selama 72 jam terakhir, menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR). Korban tewas dilaporkan termasuk 43 anak-anak dan 25 wanita.

SOHR yang berbasis di Inggris mengatakan serangan udara menargetkan provinsi timur Deir al-Zor, dan Raqqah. SOHR juga melaporkan 63 orang, termasuk sembilan anak, tewas di Khesham, sebuah kota di pedesaan timur Deir al-Zor.

Sementara 55 orang, termasuk 18 anak-anak dan sembilan perempuan, dilaporkan tewas dalam al-Bolel, al-Kharita, dan desa-desa lainnya di pedesaan barat provinsi. Enam belas anak-anak dan 13 perempuan termasuk di antara 44 orang yang tewas di Raqqa, demikian menurut laporan SOHR.

Pada bulan Desember, Amnesty International merilis laporan yang mengatakan serangan udara Rusia tanpa pandang bulu membunuh ratusan warga sipil dan mungkin merupakan kejahatan perang.

Organisasi hak asasi manusia mewawancarai puluhan saksi dan aktivis kemanusiaan yang berada di Suriah, dan mempelajari klip video dan foto dari enam serangan Rusia yang akhirnya mempertanyakan klaim Rusia yang hanya menyerang “target tertentu”.

“Angkatan bersenjata Rusia tampak jelas menyerang target sipil dengan memborbardir daerah pemukiman tanpa tujuan militer jelas dan bahkan fasilitas medis, yang mengakibatkan kematian dan luka-luka warga sipil,” kata Amnesty dalam laporannya.

“Mereka tampaknya telah menyerang sasaran militer dan objek sipil tanpa perbedaan, ini menyebabkan kerugian yang tidak proporsional untuk warga sipil. Serangan tersebut dapat dikategorikan kejahatan perang.” tambah organisasi tersebut dalam laporannya. (san)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *