Beranda / Laporan Khusus / Suara Hati Penjual dan Pembeli Sari Roti

Suara Hati Penjual dan Pembeli Sari Roti

“ Sudah, jangan diboikot lagi, kasihan rakyat kecil, “ kata distributor Sari Roti
“ Kami juga tidak ingin memboikot, tapi apalah daya, ini adalah bagian dari perjuangan membela agama kami. “ Ucap Konsumen.

BUMISYAM|Jakarta (28/12) – Siapa sangka aksi bela Islam akan memberikan dampak luar biasa terhadap umat Islam di seluruh Indonesia.

Hampir seluruh umat Islam bersatu melakukan aksi super damai untuk membela Al-Qur’an, dimana kemudian aksi meluas hingga pemboikotan produk Sari Roti.

Banyak pro dan kontra terhadap aksi pemboikotan produk Sari Roti.

Ada yang menyatakan pemboikotan hanya berdampak kepada pekerja kecil Sari Roti saja, sedangkan untuk pemilik besarnya masih dalam kondisi yang tidak terlalu sulit.

“ Meskipun dalam kondisi diboikot, Sari Roti tetap konsisten mensuplai produknya ke sini, “ kata Ryan, Asisten Kepala Toko Almafart, Ceger, Cipayung, Jakarta Timur.

Ryan mengatakan, adanya aksi pemboikotan ini memberikan dampak yang besar bagi para pekerja kecil karena telah menurunkan sales.

“ Sebelum aksi pemboikotan, biasanya Sari Roti hanya sisa beberapa pcs saja, namun sejak aksi boikot sisanya bisa satu dus. “ tambah Ryan.

Dampak tersebut juga dirasakan oleh Puji, Pemegang Shift di Indomart, Ceger, ia mengatakan, saat ini banyak Sari Roti menumpuk di waktu experied.

Di Indomart sendiri, sebelum aksi pemboikotan, biasanya 2 sampai 3 hari Sari Roti Sudah habis, jika sisa paling hanya 3 sampai 4 pcs, tapi sekarang bisa sampai 50 lebih pcs yang tersisa, ucap Puji kepada koresponden Bumisyam.com

Terkait hal demikian, sejatinya para pekerja yang turut mendistribusikan prodak Sari Roti tidak menentang adanya aksi bela Islam.

Justru sebaliknya, yang mereka sesalkan adalah perkataan Ahok yang asal keluar, kemudian pihak  pihak Sari Roti terlibat dan keadaan semakin menjadi rumit.

Banyak para pekerja yang terlibat dengan Sari Roti mengharapkan pemboikotan segera berakhir, serta keadaan cepat membaik.

“ Sudah, jangan diboikot lagi, kasihan rakyat kecil, “ kata puji.

“ Kami juga tidak ingin memboikot Sari Roti, namun apalah daya, kami melakukan ini sebagai bagian dari perjuangan membela Al-Qur’an, “ ujar Mila Muflihat, seorang Mahasiswi yang gemar membeli Sari Roti.

Mila merupakan salah satu Mahasiswi  di perguruan tinggi swasta, Jakrta yang termasuk konsumen setia Sari Roti.

Dalam seminggu Mila biasa membeli 2 pcs Sari Roti dengan harga Rp. 13.000 dan  Rp. 4.000.

Namun setelah adanya aksi pemboikotan, ia sama sekali tidak pernah membeli prodak Sari Roti hingga hari ini.

Begitu juga dengan Emelia Asvia, Mahasiswi di salah satu perguruan tinggi swasta asal Kalimantan Selatan, konsumen setia Sari Roti yang saat ini juga telah berhenti membeli produk tersebut.

Karena telah menyediakan roti gratis untuk para peserta aksi, awalnya Sari Roti mendapatkan respon positif dari masyarakat.

Namun, respon positif itu berubah menjadi negatif ketika pihak Sari Roti mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan bahwa pihaknya tidak terlibat dalam aksi politik apapun.

Dan pembagian roti gratis tersebut diluar dari kebijakan Sari Roti.

Pihak Sari Roti menganggap bahwa aksi 212 adalah aksi politik yang akan memecah belah persatuaan bangsa Indonesia.

Hal inilah yang membuat hati kaum Muslimin terluka, hingga pada akhirnya melakukan aksi boikot Sari Roti.

Berbagai pernyataan disampaikan oleh perwakilan kaum Muslimin, bahwa aksi 212 bukan lah aksi politik serta tidak ada ikatan apapun dari partai politik.

Aksi 212 murni aksi untuk membela Al-Qur’an dan menuntut agar si penista Al-Qur’an diberikan sanksi atas penghinaan yang dilakukannya.

Terkait aksi boikot Sari Roti, pihak GNPF menjelaskan, bahwa aksi boikot Sari Roti adalah aksi untuk memberikan pelajaran kepada semua pihak yang telah melukai hati kaum Muslimin.

Dan aksi boikot tersebut juga menjelaskan bahwa kaum Muslimin adalah umat mayoritas yang tidak dapat dihina sesukanya. (Eka Aprila)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *