Beranda / Berita Internasional / Akibat Serangan Rezim, Kini Damaskus Dilanda Krisis Air

Akibat Serangan Rezim, Kini Damaskus Dilanda Krisis Air

Serangan rezim terhadap sumber mata air utama telah membuat warga Damaskus mengalami krisis air bersih, mereka tidak dapat membersihkan rumah, mencuci piring ataupun mencuci pakaian.

BUMISYAM|Suriah (6/1) – Warga Damaskus dilanda krisis air bersih, setelah pasukan rezim Bashar Assad menyerang sumber mata air utama yang sebelumnya dikendalikan pasukan oposisi.

” Kami tidak dapat membersihkan rumah, mencuci piring ataupun mencuci pakaian, bahkan kami juga tidak dapat mandi, “kata Mona Maqssoud, yang merupakan penduduk Damaskus berusia 50 tahun.

Dilansir Zaman Al Wasl, Mona mengatakan, bahwa warga Damaskus mengandalkan tangki air yang datang sesekali dan memberikan 20 liter air (5 galon) untuk setiap rumah, namun itu belum cukup.

Zaman Al Wasl menjelaskan, sebelum sumber mata air diserang rezim, pihak oposisi sudah lama mengontrol wilayah Wadi Barada, sebuah lembah laut Damaskus yang mengaliri air sampai ke Ibukota.

Saat musim semi tiba, the Barada River yang merupakan sumber mata air, dapat menyediakan 70 % air untuk Damaskus dan sekitarnya.

Oposisi paham benar akan pentinganya sumber mata air ini bagi warga Damaskus, oleh karena itu mereka menjaga baik sumber mata air Barada dan membuatnya tetap mengalir.

Namun keadaan itu berubah, saat pasukan Bashar Assad dan sekutunya Hizbullah menyerang lembah Wadi Barada, yang merupakan sumber air bagi sekitar 100.000 rakyat Damaskus.

Rezim dan sekutu benar-benar menghacurkan lembah tersebut dengan berbagai cara.

Beberapa aktivis media yang berada di lembah tersebut mengatakan, rezim dan pesawat Rusia membom fasilitas pengolahan air di Barada, mereka menusuk depot bahan bakar dan mencemari aliran air.

Sistem kontrol listrik pabrik juga telah hancur dan atap pabrik runtuh hingga masuk ke tempat utama penampungan air.

Abu Mohammed al-Bardawi yang merupakan seorang aktivis mengatakan, butuh waktu 2 bulan untuk memperbaiki fasilitas tersebut sampai dapat bekerja kembali. (Eka Aprila)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *