Beranda / Berita Internasional / Gencatan Senjata Kembali Dilanggar, Oposisi Mundur dari Barisan Perundingan Perdamaian Suriah

Gencatan Senjata Kembali Dilanggar, Oposisi Mundur dari Barisan Perundingan Perdamaian Suriah

Lagi-lagi rezim dan sekutunya Iran kembali melanggar kesepakatan gencatan senjata, meskipun kesepakatan telah terjalin, namun mereka tetap ingin mengobarkan perang.

BUMISYAM|Suriah (4/1) – Kelompok oposisi Suriah pada hari Senin mengatakan, bahwa mereka telah memutuskan mundur dari barisan perundingan perdamaian Suriah yang dijembatani oleh Rusia dan Turki.

Seperti dilaporkan oleh Reuters, Turki dan Rusia sedang mempersiapkan perundingan damai untuk Suriah di Kazakhstan, namun rezim dan Iran tidak ikut serta dalam perundingan tersebut.

Perundingan tersebut terhenti karena gencatan senjata kembali dilanggar oleh rezim dan sekutunya Iran dengan menyerangan beberapa wilayah di Suriah.

“ rezim dan sekutunya terus melakukan penembakan, “ kata salah satu anggota kelompok oposisi Tentra Suriah (FSA).

Rezim melakukan pelanggarannya, dengan pertama kali menyerang daerah Barat Laut Damaskus, tepatnya di lembah Wadi Barada, sebuah daerah yang dikendalikan oleh pasukan oposisi.

Terkait situasi demikian, pasukan oposisi juga mengatakan, bahwa mereka akan tetap berusaha untuk mengambil kembali sebuah wilayah yang menjadi sumber utama mata air, dimana sumber mata air tersebut merupakan sumber mata air utama untuk kebutuhan air di Damaskus.

Mata air tersebut terletak di jalan utama dari Libanon ke Ibukota Suriah yang mana jalan itu biasa digunakan oleh milis Hizbullah.

Saat kesepakatan gencatan senjata terjadi, Dewan Keamanan PBB pada hari Sabtu memberikan selamat atas kesepakatan gencatan senjata yang terjalin, bahkan pembicaraan damai juga telah dijadwalkan di Ibukota Kazakhstan, Astana.

Namun keadaan tersebut berubah ketika rezim dan sekutunya Iran kembali melakukan penyerangan yang pada akhirnya membuat pasukan oposisi mundur dari keikutsertaan dalam perundungan damai.

Seperti kesepakatan gencatan senjata sebelumnya, pelanggaran selalu terjadi berulang kali saat awal-awal kesepakatan dengan bentuk pelanggaran yang sama yaitu penyerangan dibeberapa daerah Suriah.

Dan dalam hal ini, oposisi mempertanyakan kemampuan Rusia untuk mengajak rezim Basyar Assad dan sekutunya untuk mematuhi kesepakatan gencatan senjata, karena berkali-kali pihak rezim yang selalu melanggarnya. (Eka Aprila)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *