Beranda / Berita Nasional / Kelas Melepas Stress untuk Anak-anak Suriah dan Palestina

Kelas Melepas Stress untuk Anak-anak Suriah dan Palestina

Jeritan selusin anak Suriah dan Palestina menembus udara di kamp pengusian Shatila, Lebanon, jeritan yang mereka lakukan untuk melepas stress yang diderita akibat perang.

BUMISYAM|Lebanon (9/1) – Manusia mana yang tidak mengalami ketakutan dan stress ketika negaranya dilanda perang?

Baik orang dewasa laki-laki maupun perempuan akan mengalami ketakutan dan stress saat negaranya berada dalam situasi perang, terlebih lagi anak-anak, selain ketakutan mereka juga akan mengalami trauma mendalam akibat perang.

Sebuah komunitas yang berada di pusat kamp pengungsian Shatila, Lebanon mengajarkan hal yang berharga untuk anak-anak Suriah dan Palestina.

Komunitas tersebut mengajarkan anak-anak bagaimana melepaskan stress yang ada difikiran mereka dengan cara berteriak.

Seperti dilaporkan Zaman Al Wasl, jeritan selusin anak Suriah dan Palestina telah menembus udara di kamp pengusian Shatila, Lebanon.

Jeritan yang mengekspresikan kemarahan serta ketakutan anak-anak Suriah dan Palestina akibat konflik yang melanda negara mereka.

” Kami tidak saling memukul, kami juga tidak mengatakan hal-hal buruk satu sama lain, “ ucap Hala, anak yang berusia 11 tahun.

Hala meninggalkan kampung halamnnya, Deir el Zor, Suriah, kemudian tinggal di kamp pengungsian Lebanon kurang lebih dua tahun.

Anak ini mengatakan, bahwa salah satu kegiatan favoritnya di kamp adalah “ Playback “, yaitu kegiatan dimana setip anak menceritakan sebuah kisah yang gambaran situasinya mengganggu mereka.

Keprihatinan terhadap anak-anak Suriah dan Palestina, membuat badan amal Basmeh dan Zeitooneh mendirikan lima lokal kelas untuk anak-anak.

Meskipun bagunannya masih kacau, setidaknya kelas tersebut dapat membantu anak-anak menyuarakan pendapat serta melepaskan stress yang mereka alami akibat perang. (Eka Aprila)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *